GEREJA ISA ALMASIH SALATIGA Dk Krajan Kalisombo Salatiga saat ini membutuhkan dukungan doa, daya, dan dana untuk dapat memiliki rumah ibadah yang permanen, karena selama ini masih numpang dirumah jemaat
Kamis, 14 Juni 2012
Berkat mengasihi Tuhan
( Markus 12 : 25 28, Lukas 12 : 25)
Pendahuluan
Minggu yang lalu sudah kita dengar< bagaiman mengasihi Tuhan.
Dampak / berkat yang didapat ketika mengasihi Tuhan dengan lebih sungguh – sungguh lagi :
1. Kebijaksanaan
Kebijaksanaan adalah sesuatu yang dibutuhkaan kita iuntuk menghadapi banyak hal.
Kebijaksanaan juga dijadikan sebagai indicator tentang kedewasaan sexeorang.
Kebijaksanaan diperlukan juga dalam kita bersosialisasi sebagai makhluk social.
2. Kerajaan Allah yang didekatkan
Kerajaan Allah memang banyak ditafsirkan, tetapi secara sedehana yang kita tahu, bahwa kerajaan Allah tempat dimana berkast, sukacita, kelimpahan, kemuliaan dsb.
Kerajaan Allah juga dapat diartikan sebagai berkat yang dapat dinikmati dan dialami oleh anak anak Tuhan.
Mengapa didekatkan ? supaya kita tertular.
Tertular dengan sesuatu yang luar biasa.
Kecenderungan orang untuk dapat mamahami satu budaya, terkadang tidak harus dipaksa atau diajar, melainkan ditulari dengan keteladanan.
Kerajaan Allah berbicara tentang berkat jasmani yang dapat dialami setiap anak Tuhan.
3. Kehidupan.
Apa artinya bila seseorang mendapata kebijaksanaan, berkat jasmani yang berkelimapahan, tetapi MATI alias Tidak Hidup.
Kehidupan inilah yang penting.
Hal iniberbicara tentang roh.
Kesimpulan :
Berkat yang diberikan Tuhan kepada kita selalu komplit, yaitu menyentuh Tubuh, Jiwa dan Roh….
Selamat menikmati berkat Tuhan yang luarbiasa dengan melakukan lebih sungguh – sungguh lagi dalam mengasihi Tuhan.
Tuihan Yesus memberkati.
Selasa, 15 November 2011
Kisah Nabi Elia di Karmel.
I Raja 18:38 dikatakan “Lalu turunlah api TUHAN ….” .
KAPAN API TUHAN ITU TURUN ?
1. Ketika mezbah telah diperbaki
(Ay. 30 à “Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu.”).
Mezbah melambangkan :
• pemujaan;
• kesatuan rohani (12 batu = Israel Utara dan Yehuda),
• pengorbanan (Kristus di kayu salib).
è Api akan turun jika ketiga hal ini ada.
2. Ketika korban diletakkan di atas mezbah
(ay. 33 à “Ia menyusun kayu api, memotong lembu itu dan menaruh potongan-potongannya di atas kayu api itu.”)
• Seluruh hidup kita harus kita persembahkan di mezbah Tuhan.
• Allah tidak suka separu-separuh.
• Ananias dan Safira dihukum karena hal itu.
• Api Allah turun atas Abraham setelah ia korbankan Ismael, dan juga Ishak.
3. Ketika motivasi Elia benar
(Ay. 36 à“Biarlah diketahui orang bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel.”)
• Hal yang terutama ( bagi Elia ) = dalam hidup ini adalah
a) agar orang mengenal Allah.
b) agar orang memasyurkan nama Allah.
• Jiwanya dipenuhi kerinduan yang kudus akan kemuliaan Allah.
Apa yang terpenting bagi Anda?
• Ketika Elia merasa puas menjadi hamba Allah. (Ay. 36 à“Biarlah diketahui orang bahwa aku ini hamba-Mu.”)
Dengan pernyataan ini Elia mengakui hak milik Allah yang mutlak.
Ia mengakui Allah sebagai ADONAI = Tuan; pemilik / penguasa segala sesuatu; Raja dalam hidup ini.
Cf: Tuhan dan Raja.
4. Ketika Elia benar-benar taat kepada perintah Allah
(Ay. 36 à “… bahwa atas Firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini.”).
Disuruh ke sungai Kerit, dia taat; menampakkan diri kepada Ahab, taat;
Disuruh ke gunung Karmel, taat.
Semua tindak tanduk Elia seluruhnya didasarkan pada Firman Allah, bukan pada perhitungan/pertimbangan manusiawi.
APA YANG DIHASILKAN API ITU?
1. Seluruh Israel sujud kepada Allah
2. Nabi-nabi Baal dibinasakan
3. Hal-hal mustahil menjadi mungkin.
“Nothing is impossible” = “Impossible is nothing.”
4. Abu. Kalau sudah menjadi abu api tidak dapat lagi membakarnya. Ada ciri abu :
* Mudah digerakkan oleh angin
* Terbang ke mana angin bertiu
Itulah gambaran hidup orang yang telah dibakar api Roh Kudus.
Kesimpulan
Im. 6:12-13 à “Api yang di atas mezbah itu harus dijaga supaya terus menyala, jangan dibiarkan padam. Tiap-tiap pagi imam harus menaruh kayu di atas mezbah, mengatur korban bakaran di atasnya dan membakar segala lemak korban keselamatan di sana. Harus dijaga supaya api tetap menyala di atas mezbah, janganlah dibiarkan padam.“
- Luk. 12:35 à Hendaklah …. pelitamu harus tetap menyala.
KAPAN API TUHAN ITU TURUN ?
1. Ketika mezbah telah diperbaki
(Ay. 30 à “Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu.”).
Mezbah melambangkan :
• pemujaan;
• kesatuan rohani (12 batu = Israel Utara dan Yehuda),
• pengorbanan (Kristus di kayu salib).
è Api akan turun jika ketiga hal ini ada.
2. Ketika korban diletakkan di atas mezbah
(ay. 33 à “Ia menyusun kayu api, memotong lembu itu dan menaruh potongan-potongannya di atas kayu api itu.”)
• Seluruh hidup kita harus kita persembahkan di mezbah Tuhan.
• Allah tidak suka separu-separuh.
• Ananias dan Safira dihukum karena hal itu.
• Api Allah turun atas Abraham setelah ia korbankan Ismael, dan juga Ishak.
3. Ketika motivasi Elia benar
(Ay. 36 à“Biarlah diketahui orang bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel.”)
• Hal yang terutama ( bagi Elia ) = dalam hidup ini adalah
a) agar orang mengenal Allah.
b) agar orang memasyurkan nama Allah.
• Jiwanya dipenuhi kerinduan yang kudus akan kemuliaan Allah.
Apa yang terpenting bagi Anda?
• Ketika Elia merasa puas menjadi hamba Allah. (Ay. 36 à“Biarlah diketahui orang bahwa aku ini hamba-Mu.”)
Dengan pernyataan ini Elia mengakui hak milik Allah yang mutlak.
Ia mengakui Allah sebagai ADONAI = Tuan; pemilik / penguasa segala sesuatu; Raja dalam hidup ini.
Cf: Tuhan dan Raja.
4. Ketika Elia benar-benar taat kepada perintah Allah
(Ay. 36 à “… bahwa atas Firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini.”).
Disuruh ke sungai Kerit, dia taat; menampakkan diri kepada Ahab, taat;
Disuruh ke gunung Karmel, taat.
Semua tindak tanduk Elia seluruhnya didasarkan pada Firman Allah, bukan pada perhitungan/pertimbangan manusiawi.
APA YANG DIHASILKAN API ITU?
1. Seluruh Israel sujud kepada Allah
2. Nabi-nabi Baal dibinasakan
3. Hal-hal mustahil menjadi mungkin.
“Nothing is impossible” = “Impossible is nothing.”
4. Abu. Kalau sudah menjadi abu api tidak dapat lagi membakarnya. Ada ciri abu :
* Mudah digerakkan oleh angin
* Terbang ke mana angin bertiu
Itulah gambaran hidup orang yang telah dibakar api Roh Kudus.
Kesimpulan
Im. 6:12-13 à “Api yang di atas mezbah itu harus dijaga supaya terus menyala, jangan dibiarkan padam. Tiap-tiap pagi imam harus menaruh kayu di atas mezbah, mengatur korban bakaran di atasnya dan membakar segala lemak korban keselamatan di sana. Harus dijaga supaya api tetap menyala di atas mezbah, janganlah dibiarkan padam.“
- Luk. 12:35 à Hendaklah …. pelitamu harus tetap menyala.
Senin, 20 Juni 2011
Kerja Roh Kudus Untuk Pelayanan Kita
( Kisah Para Rasul 13 : 2 – 5 )
Pendahuluan
Salah satu oknum dari Allah kita adalah Allah Roh Kudus.
Pekerjaan Nya banyak al :
Membuat kita dapat mengaku Yesus sebagai Tuhan.
Menghibur disaat kesusahan ( memberi sukacita ).
Memberi hikmat disaat jalan kita mengalami kebuntuan, dll.
1. Dia Yang Memberi Tugas.
a. Kepada siapa saja.
Barnabas / paulus adalah orang-orang yang belum memiliki pengalaman dan masih perlu belajar banyak.
Contoh lain : Para Rasul, saya, & Anda.
b. Dimana saja.
Dilahan basah / kering, desa / kota, dipekerjaan, digereja manapun.
c. Kapanpun / disaat apapun.
Sekarang, besok atau lusa.
Tunggu siap dulu/ tidak, sudah kerja / tidak, selesai kuliah / tidak.
Disaat susah / senang.
d. Sebagai apapun
Sebagai anak, orang tua, karyawan, Bos, Pendeta, Hamba Allah.
Bagaimana dengan kita ?
Tugas panggilan kita adalah datang dari Tuhan ( pelayanan ).
Terlalu banyak alasan yang kita pakai untuk menolak panggilan tugas tersebut.
Sadari bahwa tugas pelayanan bukan semata-mata datang dari petugas yang menjadwal.
Semua dari Roh Kudus.
Anggaplah sebagai satu kemuliaan.
2. Dia Yang Memperlengkapi.
Bandingkan Kis 1 : 8, Ef 6 : 11 - 17, -> memberikan kuasa / perlengkapan senjata untuk menunaikan tugas panggilan tersebut.
Seberapa diantara kita yang tahu perlengkapan senjata Allah yang kita terima & yang harus kits kenakan dan gunakan ?
Ketidaktahuan kita membuat kita takut & tidak berdaya.
Ill : selalu minta didoakan tapi tidak berani ( bukannya tidak mau ) untuk berdoa sendiri.
Allah yang tidak pernah membiarkan kita berjalan sendiri.
Allah yang selalu memperlengkapi kita dengan banyak kemampuan ketika Dia memberi tugas.
Dia menyadari kemampuan kita yang terbatas.
Dia menyadari kita musuh yang kuat.
Dia ingin mengajar kita untuk lebih tangguh dengan mempraktekkan kuasa yang diberikan kepada kita.
3. Dia yang mengurapi
Perlengkapan senjata yang kuno / tidak pernah diservis / diperbaharui akan mempengaruhi pertempuran kita.
Perlunya urapan yang selalu baru setiap pagi / hari ( ratapan 6 : 22-23).
Cara kemarin belum tentu cocok untuk diterapkan dimasa sekarang.
Contoh :
Perang tarif provider telp seluler.
Honda VS Yamaha
Antangin VS Tolak angin dsb.
4. Dia Yang Memberi Kemulyaan
Allah kita adalah Allah yang tidak pernah berhutang.
Dia sangat memperhitungkan jerih payah kita sekecil apapun.
Kemuliaan ada ditangan-Nya, jangan pernah membangun kemuliaan kita diatas dasar yang lain.
Jalani tugas yang diberikan dan tunggu kemuliaan yang sudah dipersiapkan.
Kemuliaan yang komplit ( dibumi & disurga ).
Kesimpulan
Nantikan Karya Roh Kudus yang :
Memberikan tugas.
Memperlengkapi.
Mengurapi.
Membawa kepada kemuliaan kepada kemuliaan yang lain.
Pendahuluan
Salah satu oknum dari Allah kita adalah Allah Roh Kudus.
Pekerjaan Nya banyak al :
Membuat kita dapat mengaku Yesus sebagai Tuhan.
Menghibur disaat kesusahan ( memberi sukacita ).
Memberi hikmat disaat jalan kita mengalami kebuntuan, dll.
1. Dia Yang Memberi Tugas.
a. Kepada siapa saja.
Barnabas / paulus adalah orang-orang yang belum memiliki pengalaman dan masih perlu belajar banyak.
Contoh lain : Para Rasul, saya, & Anda.
b. Dimana saja.
Dilahan basah / kering, desa / kota, dipekerjaan, digereja manapun.
c. Kapanpun / disaat apapun.
Sekarang, besok atau lusa.
Tunggu siap dulu/ tidak, sudah kerja / tidak, selesai kuliah / tidak.
Disaat susah / senang.
d. Sebagai apapun
Sebagai anak, orang tua, karyawan, Bos, Pendeta, Hamba Allah.
Bagaimana dengan kita ?
Tugas panggilan kita adalah datang dari Tuhan ( pelayanan ).
Terlalu banyak alasan yang kita pakai untuk menolak panggilan tugas tersebut.
Sadari bahwa tugas pelayanan bukan semata-mata datang dari petugas yang menjadwal.
Semua dari Roh Kudus.
Anggaplah sebagai satu kemuliaan.
2. Dia Yang Memperlengkapi.
Bandingkan Kis 1 : 8, Ef 6 : 11 - 17, -> memberikan kuasa / perlengkapan senjata untuk menunaikan tugas panggilan tersebut.
Seberapa diantara kita yang tahu perlengkapan senjata Allah yang kita terima & yang harus kits kenakan dan gunakan ?
Ketidaktahuan kita membuat kita takut & tidak berdaya.
Ill : selalu minta didoakan tapi tidak berani ( bukannya tidak mau ) untuk berdoa sendiri.
Allah yang tidak pernah membiarkan kita berjalan sendiri.
Allah yang selalu memperlengkapi kita dengan banyak kemampuan ketika Dia memberi tugas.
Dia menyadari kemampuan kita yang terbatas.
Dia menyadari kita musuh yang kuat.
Dia ingin mengajar kita untuk lebih tangguh dengan mempraktekkan kuasa yang diberikan kepada kita.
3. Dia yang mengurapi
Perlengkapan senjata yang kuno / tidak pernah diservis / diperbaharui akan mempengaruhi pertempuran kita.
Perlunya urapan yang selalu baru setiap pagi / hari ( ratapan 6 : 22-23).
Cara kemarin belum tentu cocok untuk diterapkan dimasa sekarang.
Contoh :
Perang tarif provider telp seluler.
Honda VS Yamaha
Antangin VS Tolak angin dsb.
4. Dia Yang Memberi Kemulyaan
Allah kita adalah Allah yang tidak pernah berhutang.
Dia sangat memperhitungkan jerih payah kita sekecil apapun.
Kemuliaan ada ditangan-Nya, jangan pernah membangun kemuliaan kita diatas dasar yang lain.
Jalani tugas yang diberikan dan tunggu kemuliaan yang sudah dipersiapkan.
Kemuliaan yang komplit ( dibumi & disurga ).
Kesimpulan
Nantikan Karya Roh Kudus yang :
Memberikan tugas.
Memperlengkapi.
Mengurapi.
Membawa kepada kemuliaan kepada kemuliaan yang lain.
Minggu, 06 Februari 2011
Tulang Rahang Keledai ( Hakim Hakim 15 : 15 – 17 )
Pendahuluan :
Banyak orang sering menyepelekan hal hal kecil, padahal dibalik hal hal yang sederhana atau kecil tersebut tersimpan sesuatu yang dapat melahirkan hal hal yang besar.
Ex : pengusaha Air mineral,
Belajar dari Simson yang menggunakan tulang rahang keledai untuk berbuat sesuatu dan menghasilkan hal hal yang besar.
1. Ada Roh Allah.
2. Melihat sesuatu yang dapat dioptimalkan / dimanfaatkan. Pekalah melihat sesuatu, latih pikiran, mata untuk melihat sesuatu agar dimanfaatkan menjadi hal yang luarbiasa ). Contoh : Ketela menjadi tela tela..
3. Mempergunakan dengan semaksimal mungkin. Contoh : Ketela dengan harga yang murah dapat dinaikkan nilai jualnya dengan menambahkan sedikit bumbu dan kemasan yang menarik.
4. Menggunakan untuk situasi dan kondisi yang tepat ( rahang keledai untuk menghajar bangsa keledai ). Contoh musim penghujan : jualanlah mantol / jas hujan.
5. Tidak selamanya ( harus ada inovasi ) : tulang rahang tersebut dibuang setelah selesai “ tugasnya “. Ada saatnya orang bosan, trend yang treus bergantian..
Kesimpulan
Allah dapat memakai 1001 macam cara untuk menolong kita ( termasuk menggunakan tulang rahang keledai ).
Allah dapat memakai hal yang biasa menjadi hal yang luar biasa jika ada sentuhan Ilahi didalamnya ( tulang yang tidak umum untuk menghancurkan musuh ternyata menghasilkan sesuatu yang lebih besar dibandingkan pedang, tombak atau yang lainnya). .
Banyak orang sering menyepelekan hal hal kecil, padahal dibalik hal hal yang sederhana atau kecil tersebut tersimpan sesuatu yang dapat melahirkan hal hal yang besar.
Ex : pengusaha Air mineral,
Belajar dari Simson yang menggunakan tulang rahang keledai untuk berbuat sesuatu dan menghasilkan hal hal yang besar.
1. Ada Roh Allah.
2. Melihat sesuatu yang dapat dioptimalkan / dimanfaatkan. Pekalah melihat sesuatu, latih pikiran, mata untuk melihat sesuatu agar dimanfaatkan menjadi hal yang luarbiasa ). Contoh : Ketela menjadi tela tela..
3. Mempergunakan dengan semaksimal mungkin. Contoh : Ketela dengan harga yang murah dapat dinaikkan nilai jualnya dengan menambahkan sedikit bumbu dan kemasan yang menarik.
4. Menggunakan untuk situasi dan kondisi yang tepat ( rahang keledai untuk menghajar bangsa keledai ). Contoh musim penghujan : jualanlah mantol / jas hujan.
5. Tidak selamanya ( harus ada inovasi ) : tulang rahang tersebut dibuang setelah selesai “ tugasnya “. Ada saatnya orang bosan, trend yang treus bergantian..
Kesimpulan
Allah dapat memakai 1001 macam cara untuk menolong kita ( termasuk menggunakan tulang rahang keledai ).
Allah dapat memakai hal yang biasa menjadi hal yang luar biasa jika ada sentuhan Ilahi didalamnya ( tulang yang tidak umum untuk menghancurkan musuh ternyata menghasilkan sesuatu yang lebih besar dibandingkan pedang, tombak atau yang lainnya). .
Sabtu, 27 November 2010
kemenangan Sampai Akhir Jaman ( Wahyu 21 : 7 )
Pendahuluan :
Selama th 2010 banyak tema tentang Kemenangan ya ng disampaikan, Bagaimana hasilnya sampai sekarang ini ?
1. Ada yang meraih kemenangan Besar.
2. Ada yang sedang berperang.
3. Ada yang malah kalah ?
Bagaimana mensikapinya :
1. Untuk yang menang : tetaplah hati hati dan Nikmati kemenangan dengan sebaik baiknya, jangan lupa saksikan dan beritakan bagaimana Tuhan sudah member kemenangan kepada anda semua.
2. Yang masih berperang : tetap lah terus berjuang…
3. Yang kalah : jangan menyerah dan tetap memandang Tuhan.
Pelajaran yang kita ambil dari ayat ini :
1. Tetaplah mempunyai visi tentang KEMENANGAN.
• Pertahankan visi tersebut, jangan goyah, jangan terpengaruh oleh keadaan.
• Kalau perlu jangan memandang realita ! Karena terkadang realita membuat iman kita goyah !
• Ill : sudah setengah jalan. Kalau mundur sudah basah.. lebih baik maju sekalian.
• Ketika kita mengawali dengan positif, akhiri juga dengan positif.
• Jangan lengah dengan Kemenangan yang kemarin.
• Kelengahan orang banyak terjadi ketika dia mendapatkan berkat / kemenangan yang berlimpah.
• Ill : Israel setelah mengalahkan Yerikho, Elia setelah mengalahkan nabi Baal, dsb.
2. Tuhan tidak mau kita juga berpatokan pada satu cara untuk meraih kemenangan.
• Pengalaman hidup seseorang tidak dapat dijadikan sebagai dasar teologia.
• Allah terus bergerak dalam rencanaNya yang selalu baru.
3. Tidak ada kemenangan tanpa peperangan
• Banyak orang mengeluhkan keadaannya karena merasa peperangannya tiada habisnya
• Ingatlah bahwa seberapa banyak kemenangan kita tergantung seberapa banyak peperangan kita.
• Seberapa besar / kecilnya kemenangan kita tergantung seberapa besar / kecilnya peperangan kita.
• Musuh kita memang selalu menyerang kita kapan saj.. pertempuran kita ini tidak ada perdamaian, tidak ada seri… yang ada hanyalah MENANG atau KALAH.
• Dan percayailah bahwa Kita dipihak yang menang.
4. Peperangan ini tetap akan Berakhir.
• Kapan ? Akhir jaman atau saat kita kembali kepadaNya.
• Jangan lantas kemudian pengin cepat pulang ke surge karena merasa kalah dan deperesi…
• Ill : Lagunya Tak lama lagi… KUMAU DISANA… dstang Jendral Besar yang menentukan kapan selesainya peperangan kita..
• Selama kita masih dibumi berarti : Dia menginginkan kita untuk terus berperang dan meraih satu kemenangan dan kemenangan yang lain.
Kesimpulan :
Apapun yang kita sudah alami selama ini..
Ingatlah : Bahwa kita diciptakan untuk Menang ! dan SERI MENANGE KERI…………………
Selama th 2010 banyak tema tentang Kemenangan ya ng disampaikan, Bagaimana hasilnya sampai sekarang ini ?
1. Ada yang meraih kemenangan Besar.
2. Ada yang sedang berperang.
3. Ada yang malah kalah ?
Bagaimana mensikapinya :
1. Untuk yang menang : tetaplah hati hati dan Nikmati kemenangan dengan sebaik baiknya, jangan lupa saksikan dan beritakan bagaimana Tuhan sudah member kemenangan kepada anda semua.
2. Yang masih berperang : tetap lah terus berjuang…
3. Yang kalah : jangan menyerah dan tetap memandang Tuhan.
Pelajaran yang kita ambil dari ayat ini :
1. Tetaplah mempunyai visi tentang KEMENANGAN.
• Pertahankan visi tersebut, jangan goyah, jangan terpengaruh oleh keadaan.
• Kalau perlu jangan memandang realita ! Karena terkadang realita membuat iman kita goyah !
• Ill : sudah setengah jalan. Kalau mundur sudah basah.. lebih baik maju sekalian.
• Ketika kita mengawali dengan positif, akhiri juga dengan positif.
• Jangan lengah dengan Kemenangan yang kemarin.
• Kelengahan orang banyak terjadi ketika dia mendapatkan berkat / kemenangan yang berlimpah.
• Ill : Israel setelah mengalahkan Yerikho, Elia setelah mengalahkan nabi Baal, dsb.
2. Tuhan tidak mau kita juga berpatokan pada satu cara untuk meraih kemenangan.
• Pengalaman hidup seseorang tidak dapat dijadikan sebagai dasar teologia.
• Allah terus bergerak dalam rencanaNya yang selalu baru.
3. Tidak ada kemenangan tanpa peperangan
• Banyak orang mengeluhkan keadaannya karena merasa peperangannya tiada habisnya
• Ingatlah bahwa seberapa banyak kemenangan kita tergantung seberapa banyak peperangan kita.
• Seberapa besar / kecilnya kemenangan kita tergantung seberapa besar / kecilnya peperangan kita.
• Musuh kita memang selalu menyerang kita kapan saj.. pertempuran kita ini tidak ada perdamaian, tidak ada seri… yang ada hanyalah MENANG atau KALAH.
• Dan percayailah bahwa Kita dipihak yang menang.
4. Peperangan ini tetap akan Berakhir.
• Kapan ? Akhir jaman atau saat kita kembali kepadaNya.
• Jangan lantas kemudian pengin cepat pulang ke surge karena merasa kalah dan deperesi…
• Ill : Lagunya Tak lama lagi… KUMAU DISANA… dstang Jendral Besar yang menentukan kapan selesainya peperangan kita..
• Selama kita masih dibumi berarti : Dia menginginkan kita untuk terus berperang dan meraih satu kemenangan dan kemenangan yang lain.
Kesimpulan :
Apapun yang kita sudah alami selama ini..
Ingatlah : Bahwa kita diciptakan untuk Menang ! dan SERI MENANGE KERI…………………
Selasa, 09 November 2010
Kemenangan Karena Imam Ulangan 20 :4 , Ibrani 5 : 1 – 10, Wahyu 1 : 5 – 6 )
Pendahuluan : kemenangan yang diraih Israel (dalam konteks ini ) ternyata ada salah satu factor yang membuat berhasil yaitu factor imam yang harus ada dan berperan lebih untuk :Menguatkan bangsa Israel, mengingatkan untuk tidak takut dsb.
Imam dipandang sebagi pemeran penting dalam meraih kemenangan menghadapi musuh.
Apa yang menjadi musuh kita saat ini ? dan untuk merih kemenangan, harus ada sosok imam yang akan memenangkan pertempuran kita .
Belajar dari imam ( Ibr 5 : 1 - 10 ) .
1. Imam : dipilih dari suku Lewi, tidak setiap bangsa , bahkan suku diantara bangsa Israel yang diberi kesempatan untuk menjalankan tugas ini.
• Artinya menjadi sosok imam adalah anugerah / pemberian khusus. ( imamat 3 ; 6 mulai )
• Sehingga arti pertama yang kita pelajari disini adalah : harus ada keyakinan iman bahwa setiap kita sudah disiapkan untuk menikmati anugerah kemenangan dalam menghadapi setiap persoalan.
• Pertanyaan sederhanan : mengapa sering kalah ? mungkin saja kurang memahami bahwa kemenangan sudah menjadi milik kita, untuk itulah milikilah mental pemenang, dan bukan mental pecundang.
• Miliki mental yang baik / positif dan percaya bahwa Tuhan sudah mempersiapkan kemenangan bagi kita.
• Ill :dalam satu perlombaan yang sangat memepengaruhi menang kalah seseorang adalah mental bertanding yang baik.
2. Imam : memiliki tugas panggilan yang jelas yaitu bekerja dan melayani Tuhan, serta tidak disibukkan dengan hal hal yang duniawi.
• Seberapa banyak diantara kita yang memberikan porsi yang tidak seimbang dalam kehidupan kita.
• Allah terkadang hanya kita berikan porsi yang kecil bahkan sangat kecil.
• Menjadi imam pun selain factor anugerah, juga melalui proses pemilihan yang sangat berat,
• Mereka harus tidak boleh ini, tidak boleh itu dsb (Imamat 21 : 16 – 23 ).
• Mereka harus sempurna, mengerjakan apa yang Tuhan ingin mereka kerjakan dan bukan menurut cara manusia. Menyenangkan hati NYA.
• Tugas imam salah satunya adalah mempersembahkan korban persembahan yang mempunyai arti :
a) Menjunjukkan bahwa dosa adalah sesautu yang sangat berpengaruh dalam kehidupan manuasia dengan ALLAH.
b) Sebagi pembuka jalan bagi Isarel untuk menghampiri kembali Allah.
c) Sebagai gambaran pengorbanan Kristus.
• Untuk mendapat kemenangan, haruslah menjalankan firman Nya, dan terus berhubungan yang akrab dengan Bapa disurga.
3. Imam : menjadi saluran berkat ( Bilangan 6 : 24 – 26 )
• Dari mulut imam lah berkat dialirkan, artinya jadilah selalu berkat melalui lidah bibir kita.
• Kita diberikan karunia mencipta ( Bil 14 : 28 b).
• Perkatakan firman !
Untuk mendaptkan kemenangan: sertakan lah imam.
Siapa imam : kita sendiri ( Wahyu 1 : 5 – 6 )
Imam yang seperti apa / kita yang seperti apa ?
1. Yang memahami betul bahwa kemenangan adalah anugerah yang diberikan kepada setiap kita.
2. Yang mampu untuk menjadi pelaku Firman dan selalu menjalin hubungan yang akrab dengan Nya.
3. Yang selalu memperkatakan Firman.
Selamat Menjadi Pemenang dan Menang !
Imam dipandang sebagi pemeran penting dalam meraih kemenangan menghadapi musuh.
Apa yang menjadi musuh kita saat ini ? dan untuk merih kemenangan, harus ada sosok imam yang akan memenangkan pertempuran kita .
Belajar dari imam ( Ibr 5 : 1 - 10 ) .
1. Imam : dipilih dari suku Lewi, tidak setiap bangsa , bahkan suku diantara bangsa Israel yang diberi kesempatan untuk menjalankan tugas ini.
• Artinya menjadi sosok imam adalah anugerah / pemberian khusus. ( imamat 3 ; 6 mulai )
• Sehingga arti pertama yang kita pelajari disini adalah : harus ada keyakinan iman bahwa setiap kita sudah disiapkan untuk menikmati anugerah kemenangan dalam menghadapi setiap persoalan.
• Pertanyaan sederhanan : mengapa sering kalah ? mungkin saja kurang memahami bahwa kemenangan sudah menjadi milik kita, untuk itulah milikilah mental pemenang, dan bukan mental pecundang.
• Miliki mental yang baik / positif dan percaya bahwa Tuhan sudah mempersiapkan kemenangan bagi kita.
• Ill :dalam satu perlombaan yang sangat memepengaruhi menang kalah seseorang adalah mental bertanding yang baik.
2. Imam : memiliki tugas panggilan yang jelas yaitu bekerja dan melayani Tuhan, serta tidak disibukkan dengan hal hal yang duniawi.
• Seberapa banyak diantara kita yang memberikan porsi yang tidak seimbang dalam kehidupan kita.
• Allah terkadang hanya kita berikan porsi yang kecil bahkan sangat kecil.
• Menjadi imam pun selain factor anugerah, juga melalui proses pemilihan yang sangat berat,
• Mereka harus tidak boleh ini, tidak boleh itu dsb (Imamat 21 : 16 – 23 ).
• Mereka harus sempurna, mengerjakan apa yang Tuhan ingin mereka kerjakan dan bukan menurut cara manusia. Menyenangkan hati NYA.
• Tugas imam salah satunya adalah mempersembahkan korban persembahan yang mempunyai arti :
a) Menjunjukkan bahwa dosa adalah sesautu yang sangat berpengaruh dalam kehidupan manuasia dengan ALLAH.
b) Sebagi pembuka jalan bagi Isarel untuk menghampiri kembali Allah.
c) Sebagai gambaran pengorbanan Kristus.
• Untuk mendapat kemenangan, haruslah menjalankan firman Nya, dan terus berhubungan yang akrab dengan Bapa disurga.
3. Imam : menjadi saluran berkat ( Bilangan 6 : 24 – 26 )
• Dari mulut imam lah berkat dialirkan, artinya jadilah selalu berkat melalui lidah bibir kita.
• Kita diberikan karunia mencipta ( Bil 14 : 28 b).
• Perkatakan firman !
Untuk mendaptkan kemenangan: sertakan lah imam.
Siapa imam : kita sendiri ( Wahyu 1 : 5 – 6 )
Imam yang seperti apa / kita yang seperti apa ?
1. Yang memahami betul bahwa kemenangan adalah anugerah yang diberikan kepada setiap kita.
2. Yang mampu untuk menjadi pelaku Firman dan selalu menjalin hubungan yang akrab dengan Nya.
3. Yang selalu memperkatakan Firman.
Selamat Menjadi Pemenang dan Menang !
Langganan:
Postingan (Atom)