Senin, 20 Juni 2011

Kerja Roh Kudus Untuk Pelayanan Kita

( Kisah Para Rasul 13 : 2 – 5 )

Pendahuluan
Salah satu oknum dari Allah kita adalah Allah Roh Kudus.
Pekerjaan Nya banyak al :
Membuat kita dapat mengaku Yesus sebagai Tuhan.
Menghibur disaat kesusahan ( memberi sukacita ).
Memberi hikmat disaat jalan kita mengalami kebuntuan, dll.
1. Dia Yang Memberi Tugas.
a. Kepada siapa saja.
Barnabas / paulus adalah orang-orang yang belum memiliki pengalaman dan masih perlu belajar banyak.
Contoh lain : Para Rasul, saya, & Anda.
b. Dimana saja.
Dilahan basah / kering, desa / kota, dipekerjaan, digereja manapun.

c. Kapanpun / disaat apapun.
Sekarang, besok atau lusa.
Tunggu siap dulu/ tidak, sudah kerja / tidak, selesai kuliah / tidak.
Disaat susah / senang.
d. Sebagai apapun
Sebagai anak, orang tua, karyawan, Bos, Pendeta, Hamba Allah.

Bagaimana dengan kita ?
Tugas panggilan kita adalah datang dari Tuhan ( pelayanan ).
Terlalu banyak alasan yang kita pakai untuk menolak panggilan tugas tersebut.
Sadari bahwa tugas pelayanan bukan semata-mata datang dari petugas yang menjadwal.
Semua dari Roh Kudus.
Anggaplah sebagai satu kemuliaan.
2. Dia Yang Memperlengkapi.
Bandingkan Kis 1 : 8, Ef 6 : 11 - 17, -> memberikan kuasa / perlengkapan senjata untuk menunaikan tugas panggilan tersebut.
Seberapa diantara kita yang tahu perlengkapan senjata Allah yang kita terima & yang harus kits kenakan dan gunakan ?
Ketidaktahuan kita membuat kita takut & tidak berdaya.
Ill : selalu minta didoakan tapi tidak berani ( bukannya tidak mau ) untuk berdoa sendiri.
Allah yang tidak pernah membiarkan kita berjalan sendiri.
Allah yang selalu memperlengkapi kita dengan banyak kemampuan ketika Dia memberi tugas.
Dia menyadari kemampuan kita yang terbatas.
Dia menyadari kita musuh yang kuat.
Dia ingin mengajar kita untuk lebih tangguh dengan mempraktekkan kuasa yang diberikan kepada kita.
3. Dia yang mengurapi
Perlengkapan senjata yang kuno / tidak pernah diservis / diperbaharui akan mempengaruhi pertempuran kita.
Perlunya urapan yang selalu baru setiap pagi / hari ( ratapan 6 : 22-23).
Cara kemarin belum tentu cocok untuk diterapkan dimasa sekarang.
Contoh :
Perang tarif provider telp seluler.
Honda VS Yamaha
Antangin VS Tolak angin dsb.
4. Dia Yang Memberi Kemulyaan
Allah kita adalah Allah yang tidak pernah berhutang.
Dia sangat memperhitungkan jerih payah kita sekecil apapun.
Kemuliaan ada ditangan-Nya, jangan pernah membangun kemuliaan kita diatas dasar yang lain.
Jalani tugas yang diberikan dan tunggu kemuliaan yang sudah dipersiapkan.
Kemuliaan yang komplit ( dibumi & disurga ).
Kesimpulan
Nantikan Karya Roh Kudus yang :
Memberikan tugas.
Memperlengkapi.
Mengurapi.
Membawa kepada kemuliaan kepada kemuliaan yang lain.

Minggu, 06 Februari 2011

Tulang Rahang Keledai ( Hakim Hakim 15 : 15 – 17 )

Pendahuluan :
Banyak orang sering menyepelekan hal hal kecil, padahal dibalik hal hal yang sederhana atau kecil tersebut tersimpan sesuatu yang dapat melahirkan hal hal yang besar.
Ex : pengusaha Air mineral,
Belajar dari Simson yang menggunakan tulang rahang keledai untuk berbuat sesuatu dan menghasilkan hal hal yang besar.
1. Ada Roh Allah.
2. Melihat sesuatu yang dapat dioptimalkan / dimanfaatkan. Pekalah melihat sesuatu, latih pikiran, mata untuk melihat sesuatu agar dimanfaatkan menjadi hal yang luarbiasa ). Contoh : Ketela menjadi tela tela..
3. Mempergunakan dengan semaksimal mungkin. Contoh : Ketela dengan harga yang murah dapat dinaikkan nilai jualnya dengan menambahkan sedikit bumbu dan kemasan yang menarik.
4. Menggunakan untuk situasi dan kondisi yang tepat ( rahang keledai untuk menghajar bangsa keledai ). Contoh musim penghujan : jualanlah mantol / jas hujan.
5. Tidak selamanya ( harus ada inovasi ) : tulang rahang tersebut dibuang setelah selesai “ tugasnya “. Ada saatnya orang bosan, trend yang treus bergantian..
Kesimpulan
Allah dapat memakai 1001 macam cara untuk menolong kita ( termasuk menggunakan tulang rahang keledai ).
Allah dapat memakai hal yang biasa menjadi hal yang luar biasa jika ada sentuhan Ilahi didalamnya ( tulang yang tidak umum untuk menghancurkan musuh ternyata menghasilkan sesuatu yang lebih besar dibandingkan pedang, tombak atau yang lainnya). .

Sabtu, 27 November 2010

kemenangan Sampai Akhir Jaman ( Wahyu 21 : 7 )

Pendahuluan :
Selama th 2010 banyak tema tentang Kemenangan ya ng disampaikan, Bagaimana hasilnya sampai sekarang ini ?
1. Ada yang meraih kemenangan Besar.
2. Ada yang sedang berperang.
3. Ada yang malah kalah ?

Bagaimana mensikapinya :
1. Untuk yang menang : tetaplah hati hati dan Nikmati kemenangan dengan sebaik baiknya, jangan lupa saksikan dan beritakan bagaimana Tuhan sudah member kemenangan kepada anda semua.
2. Yang masih berperang : tetap lah terus berjuang…
3. Yang kalah : jangan menyerah dan tetap memandang Tuhan.
Pelajaran yang kita ambil dari ayat ini :
1. Tetaplah mempunyai visi tentang KEMENANGAN.
• Pertahankan visi tersebut, jangan goyah, jangan terpengaruh oleh keadaan.
• Kalau perlu jangan memandang realita ! Karena terkadang realita membuat iman kita goyah !
• Ill : sudah setengah jalan. Kalau mundur sudah basah.. lebih baik maju sekalian.
• Ketika kita mengawali dengan positif, akhiri juga dengan positif.
• Jangan lengah dengan Kemenangan yang kemarin.
• Kelengahan orang banyak terjadi ketika dia mendapatkan berkat / kemenangan yang berlimpah.
• Ill : Israel setelah mengalahkan Yerikho, Elia setelah mengalahkan nabi Baal, dsb.

2. Tuhan tidak mau kita juga berpatokan pada satu cara untuk meraih kemenangan.
• Pengalaman hidup seseorang tidak dapat dijadikan sebagai dasar teologia.
• Allah terus bergerak dalam rencanaNya yang selalu baru.

3. Tidak ada kemenangan tanpa peperangan
• Banyak orang mengeluhkan keadaannya karena merasa peperangannya tiada habisnya
• Ingatlah bahwa seberapa banyak kemenangan kita tergantung seberapa banyak peperangan kita.
• Seberapa besar / kecilnya kemenangan kita tergantung seberapa besar / kecilnya peperangan kita.
• Musuh kita memang selalu menyerang kita kapan saj.. pertempuran kita ini tidak ada perdamaian, tidak ada seri… yang ada hanyalah MENANG atau KALAH.
• Dan percayailah bahwa Kita dipihak yang menang.

4. Peperangan ini tetap akan Berakhir.
• Kapan ? Akhir jaman atau saat kita kembali kepadaNya.
• Jangan lantas kemudian pengin cepat pulang ke surge karena merasa kalah dan deperesi…
• Ill : Lagunya Tak lama lagi… KUMAU DISANA… dstang Jendral Besar yang menentukan kapan selesainya peperangan kita..
• Selama kita masih dibumi berarti : Dia menginginkan kita untuk terus berperang dan meraih satu kemenangan dan kemenangan yang lain.

Kesimpulan :

Apapun yang kita sudah alami selama ini..
Ingatlah : Bahwa kita diciptakan untuk Menang ! dan SERI MENANGE KERI…………………

Selasa, 09 November 2010

Kemenangan Karena Imam Ulangan 20 :4 , Ibrani 5 : 1 – 10, Wahyu 1 : 5 – 6 )

Pendahuluan : kemenangan yang diraih Israel (dalam konteks ini ) ternyata ada salah satu factor yang membuat berhasil yaitu factor imam yang harus ada dan berperan lebih untuk :Menguatkan bangsa Israel, mengingatkan untuk tidak takut dsb.
Imam dipandang sebagi pemeran penting dalam meraih kemenangan menghadapi musuh.
Apa yang menjadi musuh kita saat ini ? dan untuk merih kemenangan, harus ada sosok imam yang akan memenangkan pertempuran kita .
Belajar dari imam ( Ibr 5 : 1 - 10 ) .
1. Imam : dipilih dari suku Lewi, tidak setiap bangsa , bahkan suku diantara bangsa Israel yang diberi kesempatan untuk menjalankan tugas ini.
• Artinya menjadi sosok imam adalah anugerah / pemberian khusus. ( imamat 3 ; 6 mulai )
• Sehingga arti pertama yang kita pelajari disini adalah : harus ada keyakinan iman bahwa setiap kita sudah disiapkan untuk menikmati anugerah kemenangan dalam menghadapi setiap persoalan.
• Pertanyaan sederhanan : mengapa sering kalah ? mungkin saja kurang memahami bahwa kemenangan sudah menjadi milik kita, untuk itulah milikilah mental pemenang, dan bukan mental pecundang.
• Miliki mental yang baik / positif dan percaya bahwa Tuhan sudah mempersiapkan kemenangan bagi kita.
• Ill :dalam satu perlombaan yang sangat memepengaruhi menang kalah seseorang adalah mental bertanding yang baik.
2. Imam : memiliki tugas panggilan yang jelas yaitu bekerja dan melayani Tuhan, serta tidak disibukkan dengan hal hal yang duniawi.
• Seberapa banyak diantara kita yang memberikan porsi yang tidak seimbang dalam kehidupan kita.
• Allah terkadang hanya kita berikan porsi yang kecil bahkan sangat kecil.
• Menjadi imam pun selain factor anugerah, juga melalui proses pemilihan yang sangat berat,
• Mereka harus tidak boleh ini, tidak boleh itu dsb (Imamat 21 : 16 – 23 ).
• Mereka harus sempurna, mengerjakan apa yang Tuhan ingin mereka kerjakan dan bukan menurut cara manusia. Menyenangkan hati NYA.
• Tugas imam salah satunya adalah mempersembahkan korban persembahan yang mempunyai arti :
a) Menjunjukkan bahwa dosa adalah sesautu yang sangat berpengaruh dalam kehidupan manuasia dengan ALLAH.
b) Sebagi pembuka jalan bagi Isarel untuk menghampiri kembali Allah.
c) Sebagai gambaran pengorbanan Kristus.
• Untuk mendapat kemenangan, haruslah menjalankan firman Nya, dan terus berhubungan yang akrab dengan Bapa disurga.
3. Imam : menjadi saluran berkat ( Bilangan 6 : 24 – 26 )
• Dari mulut imam lah berkat dialirkan, artinya jadilah selalu berkat melalui lidah bibir kita.
• Kita diberikan karunia mencipta ( Bil 14 : 28 b).
• Perkatakan firman !
Untuk mendaptkan kemenangan: sertakan lah imam.
Siapa imam : kita sendiri ( Wahyu 1 : 5 – 6 )
Imam yang seperti apa / kita yang seperti apa ?
1. Yang memahami betul bahwa kemenangan adalah anugerah yang diberikan kepada setiap kita.
2. Yang mampu untuk menjadi pelaku Firman dan selalu menjalin hubungan yang akrab dengan Nya.
3. Yang selalu memperkatakan Firman.
Selamat Menjadi Pemenang dan Menang !

Minggu, 26 September 2010

MANUSIA ALLAH ( 1 Tim 6 : 11 )

Pendahuluan
Tanggapan banyak orang.
Manusia Super ? sosok yang sakti, luar biasa, mengagumkandan menjadi dambaan manusia.

Manusia Allah : Manusia yang dapat menjadi cerminan Allah.
Man Of God ( NIV ).
Hamba Allah ( terjemahan lama ).
Abdi Allah ( terjemahan baru ).

Manusia Yang Menjadi Cerminan Allah
Untuk melihat Allah = > lihatlah Yesus, karena Dialah yang mendefinisikan, menjelaskan dan mengekspresikan siapa Allah.
Untuk melihat Yesus = > lihatlah gereja Nya karena gerejalah yang mendefinisikan, menjelaskan dan mengekspresikan siapa Kristus.
Gereja ( kita ) è Yesus è ALLAH

I. Yang Layak Disebut Manusia Allah
1. Berasal dari Allah
Harus dapat menampilkan ciri sebagai ciptaan yang berasal dari Allah
• Menjauhkan diri dari hal yang jahat.
• Bekerja untuk segala hasil yang baik dan benar secara adil dan jujur.
• Mempercayai Allah sepenuhmya.
• Mengasihi orang lain .
• Sabar dan lemah lembut.
2. Mampu Menjadi Saksi / Hamba
Sebagai sumber kesaksian yang dapat dipercaya bagi orang yang membutuhkan keterangan.
Mengerti dan menggali setiap informasi dengan betul dari suatu peristiwa ( tentang Yesus dan Kekristenan )
Contoh : Kadiv Humas Polri. Humas..
3. Ada Roh Allah didalamnya
Ada Roh Allah yang berkuasa dan mengendalikan hidup kita.
Lebih menekankan unsur rohani dan bukan unsur kedagingan.
Hidup yang bukan milik kita lagi.
Contoh :
Manusia serigala è ada serigalanya
Manusia Allah è ada Allah didalamnya
4. Melakukan sesuatu seperti yang Allah lakukan.
Kemampuan yang didapat dari kuasa Roh Kudus.
Contoh :
Yoh 13 : 15 è melayani
Yoh 13 : 35 è mengasihi
Yoh 14 : 12 è melakukan perkara besar.
Mengampuni, dsb.


II.Berkat Menjadi Manusia Allah
1. Kuat Secara Roh.
Bandingkan antara Yusuf dan Simson
Yusuf : kuat secara rohani è tidak jatuh ketika menghadapi Potifar.
Simson : kuat secara daging è jatuh dalam pelukan Delila.
2. Tahan dalam penderitaan
Contoh :
Tuhan Yesus bertahan sampai akhir,
Paulus & orang percaya di Roma ( Roma 8 : 18 ).
Godaan dunia : Jabatan, Uang,Dll
Yang kita takutkan : FPI, Fenomena alam
3. Mengalirkan kehidupan Ilahi
Bandingkan :
Yoh 4 : 14, 7 : 38
Menjadi berkat bagi orang lain baik melalui sikap tutur kata ataupun perbuatan.
4. Kemampuan Dalam Menanggapi Tugas Panggilan Allah
Tugas panggilan Allah tidak diberikan kepada tiap orang.
Hanya orang yang : mampu, mau, layak, dan yang berkenan kepadaNya yang diberikan kesempatan.
Tidak menyerah / menyalahkan keadaan.
Contoh : Nick.
5.Melampaui segala keterbatasan manusiawi
Diperlukan disaat manusiawi kita tidak dapat menyelesaikan masalah yang tidak dapat kita hadapi secara manusia.
Contoh : menghadapi pengusiran roh jahat, kebutuhan yang mendesak dimana tidak ada pertolongan, sakit yang tidak ada obatnya.

Manusia Allah
1. Berasal dari Allah.
2. Menjadi saksi / Hamba Allah.
3. Penuh Roh Kudus.
4. Melakukan seperti apa yang Tuhan Yesus lakukan.

Berkat Menjadi Manusia Allah
1. Kuat menghadapi pencobaan.
2. Tahan dalam penderitaan.
3. Mengalirkan kehidupan ilahi.
4. Kemampuan menjalani tugas panggilan.
5. Melakukan hal yang supranatural.

Sabtu, 11 September 2010

KEMENANGAN YANG MENJADI PERKABUNGAN ( 2 Samuel 19 : 1- 2 )

Pendahuluan
Cerita Absalom anak Daud yang memberontak terhadap Daud.. dan juga yang membunuh Amnon ( yang memperkosa Tamar).
Kemenangan yang diraih oleh tentara Daud berubah menjadi Perkabungan ketika Absaloam putra Daud meninggal.
Kemenangan yang diraoih dengan usaha yang keras seolah olah tidak berarti ketika berubah menjadi perkabungan.
Seberapa sering kemenangan yang kita peroleh pun terkadang juga tidak menjadi kemenangan yang menyenangkan melainkan malah menkjadi perkanbungan ( hal yang tidak kita harapkan ..
Hala saja yang dapat menimbulkan kemenangan kita menjadi perkabungan ?

1. Karena dosa masa lalu.
Affair Daud dengan Batsyeba manghasilkan janji bahwa anak yang dikandung akan menjadi raja sehingga memancing kemarahan dari anak anak yang lain termasuk Absalom yang kemudian memberontak.
Akibat yang dirasakan terus berlangsung, meskipun dosa sudah diampuni.
Untuk itulah belajar berhati- hati dalam bertindak, berpikir ataupun mengambil sikap / keputusan: akan sangat mempengaruhi tentang masa depan kita.
Banyak orang sulit melepaskan diri dari pengalaman masa lalu.

2. Membiarkan masalah.
Dendam Absalom berkelanjutan.
Dan ketika tidak dibereskan dan justru mengambil sikap / keputusan yang hanya menurut lemauan hatinya : membuat Susana tambah kacau balau.
Untu itu jangan selalu membiarkan perselisihan antara saudara seiman… cepat selesaikan.
Jangan ada dendam : membuat pintu berkat terhambat.
Dendam juga akan akan menimbulkan penyakit.
Sangat merugikan kita @.

3. Keragu raguan dan ketidaktegasan.a
Daud saat itu takut mengambil sikap, karena dia tahu bahwa semua adalah anak anaknya.
Keraguan sama dengan ketika kita berdiri diyengah persimpangan jalan… sangat membahayakan.
Matius 6 : 24 : kita tidak boleh mendua hati / mengabdi kepada 2 tuan.
Yak 1 : 8 ; orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

4. Tidak mengambil keputusan / kebijakan disaat kalut / marah
Segera lah untuk tenang, karena keputusan yang diambil saat keadaan kita lemah terkadaang menimbulkan masalah yang baru..
Minta lah campur tangan Tuhan dalam setiap mengambil kebijakan.
Ketika keadaan marah, kita langsung membuat keputusan : akhirnya kecewa dan timbul pertanyaan Kok kemarin isa begitu ya.. ?
Jadikan kemenangan kita menjadi kemenangan yang mendatangkan sukacita dan dapat dinikmati…!

Kemenangan kita dapat m,enjadi perkabungan jika
I. Ada dosa masa lalu yang tidak terselesaikan ( dcepatlah dating kedalam Tuhan untuk minta pengampunan )
II. Menyelesaikan masalah yang kiat hadapi sehingga tidak menimbulkan batu sandungan.
III. Belajar untuk mengambil sikap dan tidak mendua hati.
IV. Mengambil kebijakan / keputusan hanya menuruti emosi.

Senin, 23 Agustus 2010

Kemenangan atas dakwaaan penguasa jahat ( Kolose 2 :15 )

Pendahuluan :
Didunia ini ada 2 kubu yang selalu berseberanagn ( bermusuhan ) baik ketika dimedan pertempuran maupun dimeja perundingan, yang namanya musuhakan selalu saling mengalahkan.
Sejak kita lahir diduniaini kita sudah diperebutkan kedua kubu tersebut, dan tidak ada alasan kita dapat berdiri ditengah dan berpikir selama kita tidak menggangu , kubu kegelapan tidak akan mengganggu kita….. ( siapa yang bialng… )
Tidak tahukah kita bahwa iblis akan selalu berusaha mencari cara untuk membawa kita menjadi pengikutnya dan dia adalah raja segala pendusta… ( jangan mudah diperdaya iblis )
Banyak car ayng iblis lakukan untuk menjadikan kita pengikutnya :
1. Melalui berkat ( materialism, hedonism, pesugihan, dll ).
2. Melalui ilmu hitam ( santet, pengasihan, dll )
3. Melalui hubungan social ( kemarahan, dendam, iri dengki, dll )
4. Melalui sakit penyakit ( meskipun terkadang juga ada sakit yang biasa.. )
5. Melalui perasaan tertuduh ( inilah yang sebenarnya paling banyak dialami oleh orang yang baru percaya yang belum paham betul akan kematian Kristus dikayu salib).
Kematian Kristus selain menyelamatkan dosa kita dan memberikan berkat kesembuhan, dll. Dengan kematianNya juga ia telah MEMAKUKAN / MENCORET DOSA PELANGGARAN KITA.
Pikiran memang merupakn bagiuan yang utama pada manusia - > dan inilah yang pertama kali yang akan iblis pengaruhi.
Untuk itu segera :
1. Rubah pikiran kita menjadi pikiran yang positif ( co : ketika kita melihat iklan yang tidak kita sukai di TV segera saja ambil remote dan memindahkan kesaluran yang lain).
2. Katakana dengan firman bahwa kita adalah kepunyaan Allsah dimana Iblis tidak berhak untuk mengatur dan berkuasa atas hisdup kita ( untuk itulah kita perlu hidup dalam kekudusan dan tidak diperbudak oleh kedagingan )
3. Lawanlah iblis dan ia lkan lari padamu ( 1 Petrus 5 : 7 - 9 )
Sering timbul dipikiran anak Tuhan katanya Tuhan sudah memberi 4 perlindungan kepada kita yaitu :
1. Pagar ( seperti Tuhan memagari Ayub )
2. Darah Tuhan Yesus sendiri.
3. Malaikat.
4. Tangan Tuhan sendiri yang kuat.
Bukannya perrlindunga Tuhan yang lemah m,elainkan karena kita sendiri yang secara sengaja maupoun tidak sengaja membuat semacam lubang yang memungkinkan iblis yang selalu berjalan seperti singa itiu… masuk dan dalam sekejab mengambil kesempatan menyerang kita.
Kesimpulan:
1. Kita adalah berharga sehingga kita diperebutkan kedeua kubu ( jangan terus GR lho…)
2. Iblis akan selalu menyerang kita dan menunggu waktu yang baik… dia tidak rela kita jadi pengikut Kristus.
3. Lawanlah Iblis dan ia lari dari padamu.
4. Berpikir yang positif bahwa kiat adalah anak Raja dimana iblis tidak lagi berkuasa atas kita.